LOMBOK TIMUR – Semangat gotong royong masyarakat Nusa Tenggara Barat kini menemukan wadah barunya. Bertempat di Lengkok Lendang, Desa Tembeng Putik, Koperasi Konsumen Selani Rinbaya Nusa resmi memperkuat posisinya sebagai penggerak ekonomi mikro yang ambisius dalam meningkatkan taraf hidup anggotanya di tingkat akar rumput.
Kehadiran koperasi ini di Kecamatan Wanasaba bukan sekadar menambah daftar lembaga keuangan, melainkan menjadi strategi konkret untuk mengonsolidasikan kekuatan konsumen lokal menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.
Mengakar di Tembeng Putik, Menjangkau Sejahtera
Desa Tembeng Putik kini memiliki ikon baru dalam pemberdayaan ekonomi. Dengan fokus pada layanan konsumen, koperasi ini berupaya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan jasa dengan harga yang lebih adil bagi warga sekitar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap perputaran uang di Lengkok Lendang dan sekitarnya memberikan dampak balik yang maksimal bagi warga lokal. Koperasi Selani Rinbaya Nusa adalah milik anggota, oleh anggota, dan sepenuhnya untuk kemakmuran anggota,” ungkap perwakilan pengurus koperasi.
Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata, Koperasi Selani Rinbaya Nusa mengedepankan beberapa program unggulan:
Transparansi Berbasis Komunitas: Mengedepankan pengelolaan yang akuntabel dan modern, memastikan setiap anggota memahami hak dan manfaat yang mereka terima secara jelas.
Sentralisasi Distribusi Lokal: Mempermudah akses warga terhadap produk berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh, sekaligus menekan biaya logistik.
Kemitraan Strategis: Membuka pintu kolaborasi bagi pelaku usaha lokal di Lombok Timur untuk menyalurkan produk unggulan mereka melalui jaringan koperasi.
Menuju Kemandirian Ekonomi NTB
Kabupaten Lombok Timur dikenal dengan produktivitas masyarakatnya yang tinggi. Kehadiran Koperasi Konsumen Selani Rinbaya Nusa di lokasi strategis seperti Wanasaba diharapkan mampu menjadi pilot project bagi desa-desa lain di NTB dalam mengelola kedaulatan pangan dan ekonomi secara mandiri.
Melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang adil dan penyediaan layanan yang menyentuh kebutuhan harian, koperasi ini optimis bahwa kemakmuran bukanlah impian jauh, melainkan realitas yang bisa dibangun dari Lengkok Lendang.
